{color:#ddd;font-family:Baumans, cursive;font-size:12px;background:url('http://ximg.us/upload/1374981432.jpg') repeat scroll top left #0000ff;margin:0 auto;}font-family: 'Baumans', cursive;font-size:12px;background: #383433;background-attachment: fixed;background-size:100%;margin:0 auto;2{

Rabu, 30 April 2014

MANUSIA DIDUNIA INI DICIPTAKAN DENGAN KEMAMPUAN MASING-MASING,NAMUN TIDAK SEDIKIT MANUSIA DICIPTAKAN DENGAN KEMAMPUAN DIATAS BATAS MANUSIA BIASA MEREKA DINAMAKAN THE SIXTH TEANSE.
DALAM WEB INI AKAN DIJELASKAN TENTANG MEREKA SATU PERSATU.
The first adalah teleportasi
Teleportasi adalah pengalihan materi dari satu titik ke titik lain, kurang lebih instan, mirip dengan konsep apport, kata yang sebelumnya digunakan dalam konteks spiritualisme. Teleportasi digunakan secara luas dalam karya fiksi ilmiah dan fantasi.
Kata ini teleportasi diciptakan pada tahun 1931 oleh penulis Amerika Charles Fort untuk menggambarkan penghilangan aneh dan penampilan dari anomali, yang ia menyarankan agar dapat menggabungkan, Ia menggabungkan dengan Yunani pada awalan tele - (berarti jauh) dan bahasa latin verba portare (yang berarti membawa). formal menggunakan pertama Fort kata itu dalam bab kedua dari buku 1931, Lo! : "Sebagian besar dalam buku ini saya akan mengkhususkan diri pada indikasi bahwa ada sebuah kekuatan transportory yang saya sebut Teleportasi." Fort menambahkan "aku akan dituduh telah terletak dirakit, benang, hoaks , dan takhayul .. Untuk beberapa derajat Saya kira begitu diriku Untuk tingkat tertentu, aku tidak. Saya menawarkan data . menyarankan Fort teleportasi yang mungkin dapat menjelaskan berbagai diduga paranormal fenomena, meskipun sulit untuk mengatakan apakah Fort mengambil sendiri "teori" serius atau malah digunakan untuk menunjukkan apa yang dia lihat sebagai kekurangan ilmu pengetahuan mainstream ke account untuk fenomena aneh.
walaupun begitu teleportasi dimiliki oleh orang-orang beruntung saja.
contohnya ini:

TELEKINESIS
Dari antara banyak kemampuan unik manusia, Telekinesis adalah salah satu yang paling kontroversial. Berbeda dengan telepati yang lebih bisa diterima di kalangan sains, telekinesis masih dianggap sebagai salah satu fenomena yang tidak bisa dibuktikan secara sains, walaupun keberadaannya cukup diterima oleh banyak ilmuwan lainnya.

Banyak orang percaya kalau kemampuan telekinesis tidak lebih dari sebuah kekuatan supranatural yang berkaitan dengan aktifitas iblis. Sebagian lagi menolak anggapan itu dan percaya kalau manusia sesungguhnya diciptakan dengan menyimpan potensi kekuatan paranormal yang menunggu untuk dibangkitkan.

Sekarang, kita akan melihat bagaimana telekinesis mewarnai dunia sains dan bagaimana kontroversi yang ditimbulkannya.

Istilah Telekinesis pertama kali digunakan pada tahun 1890 oleh seorang peneliti paranormal Rusia bernama Alexander N. Aksakof. Pada tahun 1914, istilah Psychokinesis digunakan oleh penulis Amerika bernama Henry Holt yang kemudian diadopsi oleh sahabatnya, paranormal Amerika bernama J.B. Rhine pada tahun 1934, untuk merujuk kepada kemampuan mengubah hasil lemparan dadu.

Sejak itu, dua sebutan ini sama-sama digunakan untuk menyebut kemampuan yang sama, yaitu kemampuan untuk mempengaruhi pergerakan sebuah benda dari jarak jauh. Ini bisa meliputi mengangkat, menggetarkan, membengkokkan, mematahkan atau menggerakkan benda hingga mengangkat diri sendiri melayang di udara (levitation).

Para peneliti dari komunitas parapsikologi lebih suka menggunakan istilah Psychokinesis, sementara budaya populer seperti film dan buku lebih suka menggunakan istilah telekinesis.

3.JUMPER
 Beberapa orang setuju jika kekuatan jumper (teleportation) yang dikisahkan melalui film Jumper adalah kekuatan yang paling menguntungkan dibandingkan dengan kekuatan-kekuatan super lainnya. Namun ada yang lebih menarik perhatian mengenai kekuatan super yang (mungkin hanya) dimiliki oleh manusia-manusia di dalam skenario film. Dapat dibayangkan jika ada manusia yang menguasai teori chaos dan dapat mempraktekannya dengan tepat di dunia nyata. Teori chaos atau dikenal juga dengan nama Butterfly Effect. Dengan berdasarkan pada konsep yang dikisahkan pada film Butterfly Effect, kekuatan itu benar-benar menakjubkan (tentunya diluar maksud sesungguhnya dari film tersebut). Dengan hanya mengendalikan pikiran (yang artinya tidak perlu kembali ke masa lalu), seorang pengguna butterfly effect bisa mengubah nasibnya. Berkali-kali, dengan resiko yang sangat kecil. Kecuali si pengguna menyatakan dirinya meninggal di masa lalu. 
Teori chaos pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli matematika dan metereologi dari United States. Teori ini diungkapkan oleh Edward Norton Lorenz (1978-2008) pada tahun 1961 yang pada awal pemikirannya adalah efek yang dihasilkan satu kepakan seekor burung camar laut dapat merubah cuaca untuk selamanya. Yang pada akhirnya dihaluskan menjadi satu kepakan sayap kupu-kupu di Brazil bisa membuat tornado di Texas di masa depan. Yang akhirnya teori chaos ini lebih dikenal dengan Butterfly Effect. Butterfly effect ini pada awalnya digunakan untuk ilmu matematika dan fisika quantum. Namun saat ini berbagai bidang telah menerapkan teori ini karena teori ini mendukung teori yang berada pada bidang selain matematika dan fisika. Sebut saja imu psikologi, hukum, atau sosial. Karena secara sederhana, teori butterfly effect ini mengungkapkan bahwa hal sekecil apapun yang dilakukan saat ini akan mampu membuat perubahan besar dikemudian hari. Atau suatu kejadian yang besar saat ini dikarenakan suatu hal kecil yang dilakukan pada masa lalu. Yang artinya satu hal kecil tidak dapat diabaikan dalam kehidupan ini.
Bayangkan ketika butterfly effect ini menjadi suatu kekuatan super yang dikawinkan dengan kemampuan kembali ke masa lalu tanpa perlu menggunakan mesin waktu. Artinya hanya menggunakan kekuatan pikiran. Cukup dengan merubah hal kecil saja bisa merubah kehidupan saat ini. Bahkan hanya dengan merubah kalimat yang telah diucapkan. Perubahannya akan begitu besar. Contoh sederhananya mungkin mengenai cinta, sebut saja seorang pria bernama W memiliki kemampuan mengatur butterfly effect. W mencintai seorang perempuan bernama V, namun W tidak memeliki keberanian di masa lalu untuk mengungkapkannya. Saat ini W merasa sangat terpuruk karena tidak memiliki V. Dan dia yakin apabila memiliki V, kehidupannya akan berubah drastis menjadi lebih baik. Dengan kekuatan pikirannya, W kembali ke masa saat W pertama kali mengenal V. Tanpa canggung W berani mengatakan bahwa W mencintai V. W berani mengatakannya karena hal itu hanya terjadi di alam pikirannya. Namun akan sangat berpengaruh di kehidupan nyata. Akhirnya V menerima W dan mereka berdua saling memiliki. Pada saat ini, kehidupan W memang berubah sangat drastis dengan V berada di sampingnya. Maka W telah berhasil menggunakan kekuatan butterfly effect untuk merubah kehidupannya dengan kembali ke masa lalu menggunakan alam pikirannya. 
Namun tentunya efek yang terjadi karena merubah masa lalu tidak terjadi sesederhana itu, pasti ada hal lain yang berubah ke arah negatif. Yang artinya, perubahan kecil di masa lalu memang akan menimbulkan efek yang sangat besar dikemudian hari. Sebut saja misalnya W yang saat ini telah bersama V kehilangan sahabat baiknya ketika W tidak bersama V. Karena di perjalanan kisahnya yang tidak dia gambarkan di pikirannya, V telah membatasi kehidupan liar W. Memang selalu ada yang dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu yang besar. 
Teori ini memang sangatlah hebat. Tak perlu khawatir tentang keterpurukan. Tinggal memejamkan mata untuk masuk ke alam bawah sadar dan membangkitkannya, kemudian menggali ingatan dan merubahnya sesuai keinginan. Dahsyat bukan? Tapi apa yang akan terjadi ketika terlalu sering menggunakan kekuatan tersebut? Tentunya akan membuat gila penggunanya. Karena apa yang didapatkan pasti ada yang harus dibuang atau ditinggalkan atau bahkan terpaksa dihilangkan. Yang akhirnya akan mengakibatkan de javu secara berlebihan. De javu secara berlebihan akan mempengaruhi pikiran ke arah kehidupan nyata atau hanya mimpi saja. Akhirnya bingung tentang apa yang terjadi sebenarnya atau hanya merupakan sebuah imajinasi saja. Efeknya adalah tidak teraturnya pola pikir si pengguna kekuatan tersebut karena bingung dan akhirnya gila.
 
INI ADALAH BEBERAPA DARI ANGGOTA THE SIXTH TEANSE,MASIH ADA BANYAK LAGI NAMUN DALAM WAKTU YANG BERBEDA AKAN SAYA BUATKAN. 

Read More...